Panel Surya di Kota Surabaya Mulai Dirintis

panel surya kota surabaya jawa timur

PT Pembangkit Jawa-Bali bekerja sama dengan Pemerintah Kota Surabaya dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember atau ITS untuk menjadi pelopor dalam pembangunan panel surya di kota Pahlawan. Pembangunan perangkat panel surya sedang dilanjutkan guna memenuhi program peningkatan pasokan energi terbarukan baru untuk kebutuhan ibukota Jawa Timur ini.

Baca juga : Manfaat Panel Surya, Kelebihan dan Kekurangannya

Direktur PT Pembangkit Jawa-Bali (PJB), Iwan Agung Firstanta, mengatakan PJB telah berinvestasi dalam konstruksi panel surya, sementara pemerintah kota Surabaya akan menyediakan lahan yang diperlukan. Sementara itu, ITS akan membantu proses rekayasa dan pemasangan.

“Kami nantinya akan memproduksi panel surya di beberapa daerah terbuka, kapasitas dapat disesuaikan dengan kebutuhan tetapi kami dapat membangun kapasitas 1 megawatt untuk setiap hektar lahan,”.

Iwan telah mengkonfirmasi sejauh ini PJB telah menandatangani nota kesepahaman dengan ITS dan Pemkot Surabaya, tetapi belum merumuskan secara rinci proyek pengembangan panel surya.

Oleh karena itu, PJB akan menghitung lebih rinci bagaimana investasi total dan kapasitas panel surya akan dibangun. Dalam perhitungan awal, Iwan menyebut PJB siap untuk berinvestasi sekitar $ 1,2 juta untuk setiap panel surya 1 megawatt yang akan dipasang.

Proyek panel surya ini bukan yang pertama untuk anak perusahaan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). Di pertengahan tahun ini, PJB juga menandatangani nota kesepahaman dengan perusahaan energi terbarukan di Abu Dhabi untuk membangun panel surya di waduk Cirata.

Sementara itu, walikota Tri Rismaharini Surabaya mengatakan bahwa pemerintah kota sedang mencoba untuk meningkatkan pasokan energi terbarukan yang dianggap lebih berdampak positif terhadap lingkungan.

Saat ini, Risma mengatakan, pemerintah kota sedang mencari tanah kotanya sendiri yang sesuai untuk pembangunan panel surya, termasuk jumlah lahan yang dapat diselesaikan untuk proyek tersebut.

“Bahkan, pemerintah kota memiliki banyak lahan di Barat, kami cukup memilih tempat yang tepat dan bisa menjadi maksimal untuk panel surya, karena misalnya ada lahan yang tidak bisa menyerap sinar matahari. “.

Risma menjelaskan bahwa pemerintah kota, ITS, dan PJB akan bersama-sama memverifikasi kesesuaian lahan. Dia mengatakan pemerintah kota berkomitmen untuk menyediakan kebutuhan lahan karena area tersebut digunakan untuk membangun pembangkit listrik dari energi terbarukan.

Saat ini, pemerintah kota Surabaya juga merintis sumber listrik dari sampah. Sumber energi awalnya dijadwalkan akan selesai pada 2019, tetapi konstruksi sekarang mencapai 60% dan diharapkan akan beroperasi pada akhir 2018.

“Proses konstruksi telah melampaui rencana kerja sehingga sekarang hampir selesai. Kemarin, dari perhitungan terakhir, kapasitas bisa mencapai 12 megawatt dengan komponen impor sekitar 30% “kata Risma.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of
×
Hubungi Kami via WhatsApp