PLN Akan Beli Kelebihan Listrik dari Panel Surya

pln panel surya

PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero dengan senang hati menerima kelebihan energi listrik yang dihasilkan oleh pengguna rumah panel surya dengan menjalankan sistem ekspor-impor.

“Bagi pelanggan PLN yang menerapkan panel surya untuk rumah, penyedia panel akan memasang juga meteran listrik ekspor impor, kelebihan listrik ini yang pelanggan dapat miliki dua sumber listrik dari panel surya dan PLN,” kata Bambang Dwiyanto, direktur PLN.

Menurutnya, energi listrik yang diterima PLN dari panel surya akan diimbangi dengan energi listrik yang dikirimkan perusahaan kepada pelanggan. Ketika listrik yang diterima PLN dari panel surya lebih besar daripada listrik yang dikirim, selisihnya menjadi setoran listrik untuk menghitung pemakaian listrik pada bulan-bulan berikutnya.

“Sistem ekspor-impor ini dibuat oleh PLN ke pelanggan panel surya untuk upaya mempercepat penggunaan energi baru dan terbarukan (EBT), sambil meningkatkan kapasitas pasokan listrik ke pelanggan”, kata Bambang.

PLN sangat menghargai usaha orang-orang yang memasang energi terbarukan, dalam hal ini energi surya. Pelanggan yang telah menggunakan panel surya sendiri untuk memenuhi kebutuhan listrik secara mandiri dari PLN dapat menggunakan energi listrik dari panel surya secara paralel dengan catu daya PLN.

“Misal saja dari 7:30 hingga 17:00, pelanggan menggunakan listrik dari panel surya mereka, kemudian di sore hari, pada malam hari dan pagi-pagi, pelanggan beralih ke listrik dari PLN”.

Harap dicatat, sejauh ini, ada beberapa pelanggan yang menggunakan panel surya dan barter daya listrik dengan PLN. PT PLN (Persero) menjelaskan, konsumsi listrik rumah tangga mengalami penurunan. Salah satunya, karena pelanggan listrik yang menyalakan lebih dari 1300 volt amp (VA) banyak yang memasang sistem panel surya di rumah(photovoltaic).

Fotovoltaik memotong harga listrik rumah tangga sekitar 59.371 kilowatt jam (kWh) per bulan. Untuk pelanggan lebih dari 1300 VA, beberapa sudah cenderung menginstal fotovoltaik, yang merupakan potensi mengurangi beban PLN bulanan 59,371 kWh untuk biaya rumah tangga.

Sementara untuk listrik rumah tangga berkekuatan 1300 VA ke bawah, penurunan ini disebabkan pilihan mereka untuk menghemat energi. Salah satunya menggunakan lampu hemat energi.

Oleh karena itu PLN telah melakukan survei dan dilakukan juga dengan pihak ketiga PT Survei Indonesia untuk melihat mengapa ada penurunan, semua itu disebabkan oleh rumah tangga yang sensitif terhadap harga.

Untuk pelanggan industri, penurunan ini disebabkan oleh migrasi energi dan penurunan produksi. Selain itu, banyak industri membangun listrik pabrik mereka sendiri sehingga beban listrik perusahaan berkurang.

Leave a Reply

Be the First to Comment!

avatar
  Subscribe  
Notify of
×
Hubungi Kami via WhatsApp